Wednesday, July 16, 2014

Kisah dari Hasan Al-Banna II :

Akhi Hafizh merupakan seorang tukang kayu. Pada suatu hari, dia diminta oleh Monsieur Saulant, seorang Pegawai Tinggi Terusan Suez yang berasal dari Perancis, untuk membaiki perabot di rumahnya. 

Pemuda itu menyebut kos membaiki sebanyak 130 qirsy. Monsieur berkata, 

''Itu terlalu mahal. Penjahat kamu mengambil upah melebihi hakmu!'' 

Dengan tenang, Hafizh menjawab,

''Saya tak akan mengambil upah melebihi hakku. Kalau tak percaya tanya saja orang bawahan anda. Kalau ternyata tuduhanmu benar saya bersedia bekerja tanpa dibayar. Namun, jika saya yang benar, anda bayar upah sebanyak yang saya minta, tanpa harus ditambah.''

Ternyata, menurut orang bawahan, Hafizh berhak atas upah 200 qirsy. Maka, dia pun menyuruh Hafizh memulakan pekerjaannya.


''Baik, tetapi anda telah menghinaku. Maka, anda harus minta maaf dan mencabut kata-kata itu," kata Hafizh.

''Minta maaf padamu? Kamu ingat kamu siapa? Seandainya Raja Fuad pun, saya tak akan minta maaf,'' jawab si Perancis dengan bongkak. ''Kalau saya tak meminta maaf, apa yang boleh kamu lakukan?"

''Mudah saja. Saya laporkan anda ke kedutaan dan konsulat anda. Saya juga boleh laporkan ke media massa Perancis. kemudian saya umumkan juga di jalan-jalan dan kedutaan-kedutaan asing yang lain. Saya akan berjuang mendapatkan hakku dengan apa cara pun,'' katanya tegas.

Monsieur Saulant terkejut mendengar jawaban tukang kayu itu. ''Seolah-olah saya sedang bicara dengan seorang diplomat, bukan tukang kayu.'' Akhirnya dia meminta maaf dan menarik balik tuduhannya. Apabila selesai Monsieur membayar lebih, 150 qirsy. Tetapi, Hafizh tidak mahu menerima tambahan. Dia mengembalikan 20 qirsy. ''Saya tidak mahu ambil apa yang bukan hakku, supaya tidak jadi penjahat!''

Monsieur kehairanan. ''Mengapa tidak semua buruh Arab sepertimu. Kamu keluarga Muhammad, ya?''

''Monsieur Saulant, ketahuilah semua muslim adalah keluarga Muhammad. Namun, kebanyakan mereka telah bergaul akrab dan meniru monsieur-monsieur seperti kamu, akibatnya rosaklah akhlak mereka.''

-Kisah ini adalah kisah benar seorang kader Ikhwan Muslimin yang diceritakan As Syahid Imam Hasan Al Banna ..

1 comment:

  1. SAYA SANGAT BERSYUKUR ATAS REJEKI YANG DIBERIKAN KEPADA SAYA DAN INI TIDAK PERNAH TERBAYANKAN OLEH SAYA KALAU SAYA BISA SEPERTI INI,INI SEMUA BERKAT BANTUAN MBAH RAWA GUMPALA YANG TELAH MEMBANTU SAYA MELALUI NOMOR TOGEL DAN DANA GHAIB,KINI SAYA SUDAH BISA MELUNASI SEMUA HUTANG-HUTANG SAYA BAHKAN SAYA JUGA SUDAH BISA MEMBANGUN HOTEL BERBINTANG DI DAERAH SOLO DAN INI SEMUA ATAS BANTUAN MBAH RAWA GUMPALA,SAYA TIDAK AKAN PERNAH MELUPAKA JASA BELIAU DAN BAGI ANDA YANG INGIN DIBANTU OLEH RAWA GUMPALA MASALAH NOMOR ATAU DANA GHAIB SILAHKAN HUBUNGI SAJA BELIAU DI 085 316 106 111 SEKALI LAGI TERIMAKASIH YAA MBAH DAN PERLU ANDA KETAHUI KALAU MBAH RAWA GUMPALA HANYA MEMBANTU ORANG YANG BENAR-BANAR SERIUS,SAYA ATAS NAMA PAK JUNAIDI DARI SOLO DAN INI BENAR-BENAR KISAH NYATA DARI SAYA.BAGI YANG PUNYA RUM TERIMAKASIH ATAS TUMPANGANNYA.. BUKA DANA GHAIB MBAH RAWA GUNPALA

    ReplyDelete

Sebarang Komentar yang tidak berkaitan post,berbaur lucah dan mengancam keselamatan akidah akan didelete :)